Ruang tunggu poli terasa sesak..
Makin malam makin ramai....
Ini kontrol pertamaku...
Harus harus tetap bersabar....
Antrian masih panjang....
Sampai saatnya tiba giliran..
“ Ibu sendrian “ tanya dokter itu
“ Tidak dok, sama kakak.. maksudnya anak pertama saya “ jelasku
“ oh kalau begitu putranya disuruh ambil hasil PA di Lab ya bu” pintanya lagi
Lalu pemeriksaan dimulai...
“ bagus... lukanya sudah kering...
tapi drainnya tetap dipasang ya bu...
soalnya darahnya masih banyak tuh “ sambungnya lagi
Aku hanya bisa terdiam ..pasrah
Keadaan seketika berubah...
Lebar kertas yg dibuka dokter itu...
Merubah suasana...
Mungkin tidak banyak kata kata
Tapi terbaca jelas
ada keterkejutan nyata
Dari kerut didahinya..
Dari binar matanya
Dari bibirnya yg tertahan terbuka
“Ehm... “ dokter menghela nafas
“ Begini Ibu,, kelihatannya harus ada pemeriksaan lanjutan..”
Tegasnya hati hati sekali
“ nanti Ibu saya rujuk ke sarjito aja ya... Langsung ke poli TULIP “
Masih dengan emosi yg sangat terjaga..
TULIP...ya TULIP..
tanpa dokter jelaskanpun saya tahu maksudnya
“Oooo.. jadi ada itunya ya dokter “ kataku samar
“ Tapi ngak papa bu, nanti disana kan diperiksa lebih teliti dan ada serangkaian pengobatan yang bisa dilakukan... yang semisal kemo atau apa gitu “
Jelasnya lagi
Astaghfirullohal’adzim.....Allohukbar.
“Kira kira seberapa banyak ya dokter...” tanyaku pelan
“ Sudahlah bu kita ngak usah ngomongin tingkatan, stadium atau apa..
Yang penting Ibu tetep semangat utk Berobat..Okey “ hiburnya
Penasaranku tidak tertuntaskan
Lalu malamku berlalu dalam diam
Terus berlalu...bahkan tanpa makan malam
Disergap sepi....
Sunyi mengantarku pulang
Medio , 19 Juli 2016.
( Terimakasih kakak telah bersedia membersamai,,dan saling menguatkan hati..)
( Terimakasih kakak telah bersedia membersamai,,dan saling menguatkan hati..)

0 komentar:
Posting Komentar