Saat kita sedang " diabaikan "
sesungguhnya kita sedang diberi kesempatan untuk belajar
tentang indahnya " menghargai orang lain "
Ketika kita " dikasari "
sebenarnya kita sedang belajar
tentang indahnya sopan santun dan kerendahan hati
Ketika kita sedang "didlolimi "
maka pada saat yang sama kita sedang belajar tentang pentingnya " Adil "
sesungguhnya Alloh Maha Menghitung dengan seksama. ( Yaa Hakim )
tiap-tiap manusia memiliki proses " pendewasaan " yg berbeda
dengan warna yang berbeda..., dan hasil akhir yg dijamin pasti tidak sama
terkadang " memahami " perbedaan butuh kecerdasan emosional
supaya silaturahmi tetap terjaga.....
seorang pemimpin akan lebih terhormat jika selalu bersedia " mendengarkan "
bukan hanya berkata-kata saja....
suara rakyat minta didengarkan....
seorang " pengeluh" takkan mampu " menyemangati " dirinya...
apalagi berpijar untuk sekelilingnya.....
bersemangatlah tanpa keluhan
Ketika kita sedang "didlolimi "
maka pada saat yang sama kita sedang belajar tentang pentingnya " Adil "
sesungguhnya Alloh Maha Menghitung dengan seksama. ( Yaa Hakim )
Saat kita sedang " diabaikan "
sesungguhnya kita sedang diberi kesempatan untuk belajar
tentang indahnya " menghargai orang lain "
Ketika kita " dikasari "
sebenarnya kita sedang belajar
tentang indahnya sopan santun dan kerendahan hati
terkadang " memahami " perbedaan butuh kecerdasan emosional
supaya silaturahmi tetap terjaga.....
Sahabat sejati itu....
dia ada saat kita bahagia, dan hadir dikala duka lara...
jadi "peng-gairah" keletihan kita tapi tdk mengeksploitasi.
Staf yg cerdas dan kreatif.. dibilangnya " sok tau "
Staf yg kritis dan dinamis... dibilangnya " sok jago "
staf yg tertib, bersih dan jujur... dibulangnya " sok suci "
hadeow..... gak ono enake blas.....
Suamimu/Istrimu..adalah ujian bagimu
dia bisa membimbingmu pada kemuliaan hdp yg bermartabat,
juga bisa menjebloskanmu dla kehinaan yg pekat
dia dpt membangunkanmu istana di surga atas RidloNya
tapi juga dpt menghempaskanmu dineraka.....
So menjaga biduk spy tetap lurus & lancar jalannya
dan menjaga keteguhan nahkoda supaya bijak mengayuhnya
adalah menjadi tanggung jawab bersama
sambil selalu menaikkan doa untukNya
bukan hanya berkata-kata saja....
suara rakyat minta didengarkan....
seorang " pengeluh" takkan mampu " menyemangati " dirinya...
apalagi berpijar untuk sekelilingnya.....
bersemangatlah tanpa keluhan
Ketika kita sedang "didlolimi "
maka pada saat yang sama kita sedang belajar tentang pentingnya " Adil "
sesungguhnya Alloh Maha Menghitung dengan seksama. ( Yaa Hakim )
Saat kita sedang " diabaikan "
sesungguhnya kita sedang diberi kesempatan untuk belajar
tentang indahnya " menghargai orang lain "
Ketika kita " dikasari "
sebenarnya kita sedang belajar
tentang indahnya sopan santun dan kerendahan hati
terkadang " memahami " perbedaan butuh kecerdasan emosional
supaya silaturahmi tetap terjaga.....
Sahabat sejati itu....
dia ada saat kita bahagia, dan hadir dikala duka lara...
jadi "peng-gairah" keletihan kita tapi tdk mengeksploitasi.
Staf yg cerdas dan kreatif.. dibilangnya " sok tau "
Staf yg kritis dan dinamis... dibilangnya " sok jago "
staf yg tertib, bersih dan jujur... dibulangnya " sok suci "
hadeow..... gak ono enake blas.....
Suamimu/Istrimu..adalah ujian bagimu
dia bisa membimbingmu pada kemuliaan hdp yg bermartabat,
juga bisa menjebloskanmu dla kehinaan yg pekat
dia dpt membangunkanmu istana di surga atas RidloNya
tapi juga dpt menghempaskanmu dineraka.....
So menjaga biduk spy tetap lurus & lancar jalannya
dan menjaga keteguhan nahkoda supaya bijak mengayuhnya
adalah menjadi tanggung jawab bersama
sambil selalu menaikkan doa untukNya
mengapa tidak duduk bersama...lalu bicara dari hati ke hati... lalu semuanya jelas... lalu...terlalu sesak dunia ini oleh prasangka dan niat buruk..terlalu sebentar di dunia ini untuk sakit hati dan dendamayo sing tuwo.. do dienggo tuwanesing enom yo ojo rumongso biso....." antri mati dengan damai "
... setelah hitam berubah jingga...lalu lara ini dipendam dalam-dalam...dan mengukir senyum....menatap sekilas.... lalu.... menyapa lirih..oh betapa cantiknya perbedaan bila dikemas dalam kesyukuran.aku menerimamu.... setulus engkau menerima perbedaanku..( episode " beda itu rahmat " )
... setelah hitam berubah jingga...lalu lara ini dipendam dalam-dalam...dan mengukir senyum....menatap sekilas.... lalu.... menyapa lirih..oh betapa cantiknya perbedaan bila dikemas dalam kesyukuran.aku menerimamu.... setulus engkau menerima perbedaanku..( episode " beda itu rahmat " )
Langganan:
Komentar (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact