.....
" Saya terima nikah dan kawinnya.........
( dan seterusnya ) "
lalu semua berubah......
tidak sekedar statusnya saja yg berubah tentu,
tapi lebih dari itu......
menghalalkan yang semula diharamkan,
mengubah " aku " menjadi " kita "
mengesampingkan ego masing-masing
menguatkan rasa saling,
" membatasi " tanpa " memenjarakan "
menjaga dan melindungi,
tetapi tidak untuk menguasai....
luruh dalam kasih yang damai....
berkhikmad menyempurnakan ibadah
riak dan gelombang adalah ujian
untuk saling menguatkan....
Alhamdulillah.....
Bapak mengijinkan dan meninkahkan aku dengan pria santum,
tanggungjawab dan penyayang.......
Alhamdulillah....
Alloh SWT menganugerahkan 4 bintang,
lalu hidup menjadi seperti pelangi,
tapi jalan masih panjang..... biduk harus terus berlayar.
sambil terus belajar pada kehidupan
bersedia menua bersama.....
menyempurnakan kekhalifahan dimuka bumi ini
mendampingi tumbuh kembang anak dgn kasih sayang
lalu menghantarkan mereka pada kesuksesan dan kemuliaan hidup
menghabiskan usia dalam kedamaian.
Bismillah.....
Jika kau telah percayakan amanah itu untukku,...
maka beri aku ruang dan waktu..............
biarkan aku mengurai konsep,
menyusun rencana......
mengkalkulasi kekuatan......
dan memperhitungkan segala kemungkinan....
lalu biarkan tanganku mulai bergerak...
menggores....
mengepal....
meremas ......
atau meninju......
biarkan aku jalan dengan pelitaku
biarkan aku menari dengan pakemku
biarkan aku berlagu dengan symponiku
jika jalanku mulai sempoyongan dan tidak lurus lagi...
kembalikan aku pada relku...pada jalan TerangMU
lalu bila gerakku mulai ngawur .....
bimbing aku dan jangan lepaskan TanganMU
lalu..... bila parau suaraku makin sumbang....
ajari aku pada MAHA LEMBUTMU....
maka beri aku ruang dan waktu..............
biarkan aku mengurai konsep,
menyusun rencana......
mengkalkulasi kekuatan......
dan memperhitungkan segala kemungkinan....
lalu biarkan tanganku mulai bergerak...
menggores....
mengepal....
meremas ......
atau meninju......
biarkan aku jalan dengan pelitaku
biarkan aku menari dengan pakemku
biarkan aku berlagu dengan symponiku
jika jalanku mulai sempoyongan dan tidak lurus lagi...
kembalikan aku pada relku...pada jalan TerangMU
lalu bila gerakku mulai ngawur .....
bimbing aku dan jangan lepaskan TanganMU
lalu..... bila parau suaraku makin sumbang....
ajari aku pada MAHA LEMBUTMU....
Tampaknya tahun ini akan makin " ramai"
kegaduhan politik yg mendahului "pesta demokrasi " tidak menyurutkan langkah para " politikus " yang muda maupun yg sudah uzur untuk berebut kursi " anggota yang terhormat "
atas nama " mewakili masyarakat ".... memperjuangankan rakyat atau apalah......
Tidak peduli lagi latar belakang bakal calon legislatif.....
ada yang artis... kaum inteletual...terdakwa koruptor...dll
semua mengaku dan merasa " paling pantas " dipilih
lalu janji membumbung tinggi....meninggalkan kita di bumi
Tidak peduli lagi meski cost politik sangat tinggi......
yang penting terpilih lagi......supaya bisa cari ganti.....
Jika pada pentas politik...
orang berlomba menjadi pemimpin..
tidak demikian dgn pentas dakwah dan perjuangan
orang tunggang langgang lari ke belakang .........
supaya tidak dinobatkan sebagai pemimpin
Jika pimpinan di kancah politik bergelimang dgn fasilitas
maka pimpinan perjuangan sarat dgn pengorbanan.....
Daftar caleg sudah di setor ke KPU...
terus para caleg beraksi.......
tebar pesona.... dan tebar tebar lainnya
padahal yg paling penting bagi kami
jejak rekam.... dan investasi moral !
tidak harus pinter-pinter amat..., tapi yang penting punya keberpihakan tinggi terhadap kepentingan masyarakat.....
gak harus cakep-cakep amat..., yg penting lurus dan hatinya bersih..iklas dan rendah hati
kami tidak mau pemimpin yg culas, korup dan tidak santun....
adalah wajib bagi kita para pemilih untuk menentukan nasib bangsa ini
ini penting untuk keberlangsungan bangsa Indonesia yg bermartabat,
maju dan sejahtera......
waspadalah..... pasang mata... pasang telinga
jangan sampai salah pilih
atau kita akan masuk ke lobang sesal yg sama
semoga Alloh membimbing kita..... Amien.
kegaduhan politik yg mendahului "pesta demokrasi " tidak menyurutkan langkah para " politikus " yang muda maupun yg sudah uzur untuk berebut kursi " anggota yang terhormat "
atas nama " mewakili masyarakat ".... memperjuangankan rakyat atau apalah......
Tidak peduli lagi latar belakang bakal calon legislatif.....
ada yang artis... kaum inteletual...terdakwa koruptor...dll
semua mengaku dan merasa " paling pantas " dipilih
lalu janji membumbung tinggi....meninggalkan kita di bumi
Tidak peduli lagi meski cost politik sangat tinggi......
yang penting terpilih lagi......supaya bisa cari ganti.....
Jika pada pentas politik...
orang berlomba menjadi pemimpin..
tidak demikian dgn pentas dakwah dan perjuangan
orang tunggang langgang lari ke belakang .........
supaya tidak dinobatkan sebagai pemimpin
Jika pimpinan di kancah politik bergelimang dgn fasilitas
maka pimpinan perjuangan sarat dgn pengorbanan.....
Daftar caleg sudah di setor ke KPU...
terus para caleg beraksi.......
tebar pesona.... dan tebar tebar lainnya
padahal yg paling penting bagi kami
jejak rekam.... dan investasi moral !
tidak harus pinter-pinter amat..., tapi yang penting punya keberpihakan tinggi terhadap kepentingan masyarakat.....
gak harus cakep-cakep amat..., yg penting lurus dan hatinya bersih..iklas dan rendah hati
kami tidak mau pemimpin yg culas, korup dan tidak santun....
adalah wajib bagi kita para pemilih untuk menentukan nasib bangsa ini
ini penting untuk keberlangsungan bangsa Indonesia yg bermartabat,
maju dan sejahtera......
waspadalah..... pasang mata... pasang telinga
jangan sampai salah pilih
atau kita akan masuk ke lobang sesal yg sama
semoga Alloh membimbing kita..... Amien.
Langganan:
Komentar (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact