( Reaksi 1 )
Hari ini.....
akan kutuntaskan semua..
biar sesak ini tidak membunuhku
menyeretku
dalam sakit yang akut..
lalu .....
membentur dinding angkuh.
aku tak peduli lagi....
hari ini akan aku akhiri...
kepatuhan yang sepi...
......tumplek blek curhatku pada suami
didengarkan dengan seksama..... lalu dengan sangat sesak kuurai semua dengan gemas
semua sudah terlanjur yah... , luka ini terlanjur terkoyak... dalam dan perih
nasi sudah menjadi bubur...
....... ( dan seterusnya )
lalu dengan enteng dia bilang....
"Ya udah.... besok pagi aku temani beli ayam...
kita masak bersama... supaya bubur itu menjadi bubur ayam istimewa...
sekarang dah malam.... istirahat dulu yuk."
ehm selalu ada yang membuatku nyaman.
Terimakasih nasihatnya sayang.... dan menenggelamkan aku dalam kasihnya.
( Reaksi II setelah collingdown )
Ketika karang menghadang..
tatkala dihadang prahara
orang lalu sibuk mencari "sebab"
kita lupa menelusur "akibat"
mana lebih penting " sebab " atau "akibat" ?
jawabnya.... " didadida "
lalu semua berlalu dalam diam
Langganan:
Komentar (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact