Rabu, 03 Oktober 2012

Semoga terwujud...Amien

mengayun angan.... menapaki awan....
meretas masa indah di hari tua
kembarku mulai " sekolah tenan ".. berangkat jam 7 pagi ( kadang tanpa sarapan ), menikmati pergulatan penguatan ilmu di bawah asuhan Ustadzah..... mengenal hal baru, yang kadang belum sempat kami kenalkan di rumah. Proses pembelajaran yang belum pernah kami nikmati dahulu. Ada sedikit sesal menyelinap di relung ahti kami................ dan untuk " balas dendam " kami sengaja menggiring putra-putri kami ke madrasah yang " beda". Kehausan kami semoga terlunasi pada anak-anak kami. Demi masa depan mereka dan masa tua kami.
Setelah jihad di madrasah usai, lalu di " Praktekkan " di rumah, kembarku sibuk dgn piranti dan suasana yang dibuat seolah spt ditempatnya belajar, tidak jarang saya dan suami " diusir-usir" dari suatu tempat hanya karena space itu akan digunakan untuk sekolah-sekolahan. Lalu mereka meniru habis gaya Ustadzah favorit mereka, mulai gaya tuturnya sampai gerak-geriknya.... kalau dah begini maka kami harus mau diaturnya....
aku harus mau jadi santrinya...dibimbing ....dituntun dan menirukannya
sesaat kemudian jadi uminya...
sebentar kemudian jadi utinya, dititipi anak ( boneka ), dinasehati.... dan dikasih hadiah
...lalu kami tenggelam dalam "permainan peran "
hingga larut.... tak ada lelah dirasa, dgn suka cita aku temani mereka mereka... kubayangkan masa depanku...
aku mengalir dalam imajinasinya... larut dalam rekaannya...dalam angannya.... budhe ulin... sedang kuliah di tempat jauh katanya, pakdhe azka... lagi di pondok " luar negeri " katanya
anganku terus menembus langit tujuh
membayangkan... andai ini nyata
semoga...Amien

1 komentar:

Unknown mengatakan...

adakalanya kita perlu ikuti " permainan " anak-anak kita untuk membangun komunikasi yang lebih seimbang.... I love you all.

Posting Komentar

 
;